BERSIH-BERSIH: Petugas DKK dan Puskesmas memungut sampah dalam aksi World Clean Up Day (WCD) 2019, Jumat (20/9). BANJARNEGARA – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Banjarnegara menggelar aksi bersih-bersih lingkungan, Jumat (20/9). Aksi ini dilakukan untuk merayakan World Clean Up Day (WCD) 2019. Kegiatan ini dinilai penting mengingat banyaknya penyakit yang dipicu akibat keberadaan sampah yang berserakan. Kepala DKK Banjarnegara dr Ahmad Setiawan mengatakan perayaan World Clean Up Day ini dilakukan untuk mengingatkan masyarakat. “Orang kesehatan itu ada hubungannya dengan lingkungan. Lingkungan itu biasanya masalahnya di sampah. Kalau kita buang sampah sembarangan bahayanya sangat banyak,” ungkapnya di sela-sela kegiatan. Salah satu bahaya yang dipicu keberadaan sampah adalah leptospirosis. Hingga Juni 2019, sudah ada 11 orang yang terjangkit leptospirosis. Namun pada tahun ini tidak ada penderita yang sampai meninggal dunia. Sedangkan pada tahun lalu ada satu orang yang meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Padahal tahun-tahun sebelumnya, Banjarnegara bebas dari penyakit tersebut. “Sedang dilakukan penelitian dengan Litbang Kemenkes, kenapa ada banyak penyakit leptospirosis di Banjarnegara. Itu kaitannya pasti dengan sampah,” kata dia. Penyakit ini dibawa oleh vektor berupa tikus. “Kita masih punya masalah dengan lingkungan, sampah masih berserakan. Vektor terutama tikus senang banget dengan tempat berkumpulnya sampah,” paparnya. Dia mengatakan peringatan WCD 2019 ini melibatkan seluruh pegawai di DKK dan Puskesmas untuk mengkapamnyekan hidup bersih dan sehat. Peringatan dilakukan dengan memungut sampah yang berserakan di sepanjang jalur dari kantor DKK sampai Alun-alun Bajarnegara. Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan ajakan dan sosialisasi agar masyarakat peduli pada lingkungan. “Besok tanggal 21, seluruh warga agar bersih-bersih rumah. Menjelang musim penghujan jangan ada sampah berserakan,” ungkapnya. Selain bahaya leptospirosis, sampah yang bisa menampung air hujan juga berpotensi menimbulkan Demam Berdarah Dengue (DBD). Sehingga seluruh warga diminta membersihkan sampah-sampah di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. (drn/acd)

Sumber: https://radarbanyumas.co.id/belasan-warga-banjarnegara-terjangkit-leptospirosis/
Copyright © Radarbanyumas.co.id