DS – Desa Aribaya Kecamatan Pagentan mewakili Kabupaten Banjarnegara maju ke lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat propinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu, Senin (30/09) Tim Evaluasi Desa PHBS provinsi mengunjungi desa yang dikenal sebagai sentra salak tersebut untuk melakukan verifikasi data yang dilaporkan kepada panitia. Hasil evaluasi ini nanti yang akan menentukan capaian desa Aribaya dalam lomba PHBS ini. Demikian disampaikan Koordinator Tim Lomba PHBS Provinsi, Rita Utrajani, Senin (30/09) saat sambutan.

“Dari lomba PHBS ini akan diambil enam kejuaraan. Juara 1, 2, dan 3, serta juara harapan 1, 2, dan 3. Jadi semuanya akan menjadi pemenang” katanya disambut tawa hadirin.

 

Anggota Tim Evaluasi PHBS Provinsi tengah melakukan verifikasi administrasi TP PKK desa Aribaya

 

Tahap pertama lomba, Tim menilai 12 perwakilan desa dari 35 Kabupaten se Jateng yang lolos seleksi untuk menentukan 6 finalis, dan Banjarnegara yang diwakili desa Aribaya maju menjadi salah satu dari enam finalis tingkat provinsi. Meskipun ada enam kategori kejuaraan, kata Rita, namun hanya juara satu yang akan mewakili Jateng di lomba PHBS tingkat nasional diantara enam finalis perwakilan desa dari Kabupaten Boyolali, Temanggung, Banjarnegara, Grobogan, Rembang, dan Pekalongan

“Juara satu yang akan mewakili Jawa Tengah di lomba tingkat nasional yang akan dilaksanakan pada kisaran bulan Januari – Februari tahun 2020” katanya.

 

Dia menambahkan ada 16 indikator yang dinilai dalam lomba PHBS diantaranya persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, menimbang bayi dan balita secara berkala, cuci tangan dengan sabun dan air bersih, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk, konsumsi buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik setiap hari, tidak mengkonsumsi miras, membuang sampah pada tempatnya, dan tidak merokok di dalam rumah. Rita mengaku ada sejumlah indikator yang cukup berat dilaksanakan, namun tidak merokok merupakan indikator paling berat tantangannya.

“Pengalaman saya bertahun-tahun menggeluti PHBS ini, tidak merokok merupakan tantangan paling berat yang ada di masyarakat. Penilaian bisa gagal karena didapati ada satu anggota keluarga yang merokok. Padahal merokok ini bahayanya sangat besar, tidak saja bagi perokok, namun lebih besar lagi bagi orang-orang di sekitarnya yang justru tidak merokok” katanya.

 

salah satu anggota Tim Evaluasi tengah mengevaluasi keadaan rumah PHBS salah satu warga didampingi TP PKK Desa, TP PKK Kecamatan, dan TP PKK Kabupaten

 

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Kristiyani Syamsudin mengatakan menghilangkan kebiasaan merokok warga masyarakat seketika mungkin sulit. Namun warga desa Aribaya mempunyai kemauan untuk itu, hal ini dibuktikan selama satu tahun ini berlakunya aturan larangan merokok oleh desa di sejumlah tempat seperti di Masjid, Sekolah, Kantor Balai Desa, dan dalam pertemuan-pertemuan warga di ruangan. Kebiasaan ini terus digemakan untuk sebagai perilaku keseharian masyrakat. Termasuk kebiasaan mencuci tangah dengan sabun sehabis dari luar rumah, sebelum dan sesudah makan. Selain aturan ini, ada aturan pemisahan sampah yang diterapkan desa, sampah dipilah antara sampah plastik dan kertas dengan sampah basah. Sampah plastic dan kertas ini akan dibeli desa.

“Hal inilah yang menguatkan desa Aribaya ditetapkan sebagai wakil Kabupaten Banjarnegara, sebab kebiasaan PHBS warga bukan tiba-tiba karena akan mengikuti lomba, namun sudah menjadi kesadaran warga itu sendiri” katanya.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, dr. Ahmad mewakili Bupati mengatakan desa Aribaya merupakan desa di kawasan pedesaan terpencil di pegunungan yang sedang berkembang namun masyarakatnya sadar akan pentingnya PHBS menjadi kebiasaan sehari-hari. Yang namanya desa terpencil ya begini kondisinya tidak bisa dibandingkan dengan desa-desa kota. Namun bagi sebuah desa pertanian kecil dan prospek, kehidupan sehat warga Aribaya ini merupakan hal luar biasa.

“Harapannya, desa Aribaya keluar sebagai juara pertama dan desa Aribaya lah yang akan mewakili Jawa Tengah di lomba PHBS tingkat nasional” katanya. (*_eKo / ed DS)

SUMBER : Derap Serayu