Dalam rangka pembinaan dan pengawasan fasilitas pelayanan kesehatan, Kamis (29/4) Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara melakukan pembinaan dan pengawasan pada FKRTL Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara, sebagai Ketua Tim Visitasi adalah Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara dr. Ery Rosita. Tim diterima oleh Wakil Direktur Pelayanan Medis RS Emanuel Banjarnegara dr. Darma Juang Bhakti. Amanat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Dinas Kesehatan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap masyarakat dan setiap penyelenggara kegiatan yang  berhubungan dengan sumber daya di bidang kesehatan dan upaya kesehatan.

Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat. Fasilitas Pelayanan Kesehatan memiliki tingkatan pelayanan yang terdiri atas  Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKTRL), setiap penyelenggara Fasilitas Pelayanan Kesehatan wajib memiliki izin yang diberikan setelah memenuhi persyaratan sesuai dengan jenis Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang diberikan. Pembinaan dan pengawasana fasilitas pelayanan kesehatan mempunyai tujuan  meningkatkan mutu penyelenggaraan Fasilitas Pelayanan Kesehatan, memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memperoleh akses atas Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dan mengembangkan sistem rujukan pelayanan kesehatan yang efisien dan efektif, adapun hasil Visitasi dalam rangka pembinaan sebagai berikut:

  1. Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara sudah sesuai dengan standard dan ketentuan yang berlaku;
  2. Sudah tersedia SOP aduan masyarakat beserta dengan alur aduan masyarakat di RS Emanuel Banjarnegara dan disosialisasikan kepada pengunjung rumah sakit secara periodik;
  3. Penilaian dan Pembinaan Mutu Internal RS juga telah dilaksanakan secara periodik bersama Yayasan Yakkum bekerjasama dengan Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS);
  4. Survei Kepuasan Masyarakat terkait pelayanan di RS Emanuel juga telah dilaksanakan secara periodik dan menunjukkan hasil yang memuaskan. Hasil survei untuk juga telah dikaji untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RS Emanuel.
  5. Sesuai dengan PMK No 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, menyebutkan bahwa kebutuhan air mineral setiap pasien. Rumah sakit memberikan asupan air minum sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien;
  6. Kondisi TPS Limbah B3 padat sudah sesuai peraturan yang berlaku dan telah dilaksanakan sesuai dengan SOP pemilahan dan pre treatment termasuk terdapat ruang pendingin dengan suhu yang sesuai untuk menyimpan Limbah B3;
  7. Hasil pengolahan IPAL dan pembuangan limbah cair RS Emanuel sudah sesuai standar baku mutu yang ditetapkan, dan hasil tersebut telah dilaporkan dalam Laporan DPLH Rumah Sakit yang dilaporkan secara rutin;
  8. Tempat sampah pada kelas 3 tidak disetiap ruang, hal ini dikarenakan lokasi yang sempit sehingga mengganggu mobilitas petugas/pasien dan keluarga pasien sehingga tempat sampah di letakkan di luar ruangan dekat dengan pintu;
  9. Telah dilaksanakan test food secara rutin setiap 6 bulan sekali pada Kantin di lingkungan Rumah Sakit oleh pihak RS Emanuel. Saat ini terdapat 3 (tiga) kantin yang telah memenuhi proses seleksi dari Manajemen RS Emanuel Banjarnegara.
  10. Tenaga kesehatan pada Rumah Sakit Emanuel telah melaksanakan medical chek up secara berkala termasuk penjamah makanan di instalasi gizi untuk memastikan petugas dalam kondisi sehat;
  11. RS Emanuel Banjarnegara juga telah tersedia pelayanan ambulance gratis bagi pasien gawat darurat melalui aplikasi Hallo Ambulance.

(ap)